Sabtu, 31 Desember 2011

Proses Perubahan Energi Pada Baterai


Baterai berfungsi mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Listrik dibangkitkan akibat reaksi kimia antara plat positip, elektrolit baterai dan plat negatip



1. Pada saat discharging (saat baterai dipakai)

Discharging adalah penggunaan isi (kapasitas).

Reaksi yang terjadi dalam baterai adalah:

PbO2 + H2SO4 + Pb à PbSO4 + 2H2O +PbSO4

Penjelasan dari reaksi: sebelum reaksi baterai merupakan PbO2 + H2SO4 + Pb. Dengan maksud bahwa pelat positif masih merupakan PbO2, pelat negatif masih merupakan Pb, dan elektrolit merupakan H2SO4. Setelah baterai mengeluarkan arus listrik (setelah reaksi), material aktif pada plat positif maupun negatif akan bereaksi dengan SO4, sehingga membentuk PbSO4,sedangkan H2SO4 berubah menjadi H2O. Akibatnya berat jenisnya akan turun karena konsentrasi eletkrolit berkurang dan baterai tidak dapat mengalirkan listrik (Setelah reaksi plat positif maupun negatif berubah menjadi PbSO4 sehingga tidak ada beda potensial yang membuat listrik dapat mengalir)



2. Pada saat recharging (saat baterai diisi)

Recharging adalah penggunaan isi (kapasitas).

Reaksi yang terjadi dalam baterai:

PbSO4 + 2H2O +PbSO4 à PbO2 + H2SO4 + Pb

Penjelasan dari reaksi: sebelum reaksi plat positif maupun negatif berbentuk PbSO4. Saat pengisisan arus listrik dimasukkan ke dalam aki dengan arah yang berlawanan, sehingga mengakibatkan kebalikan reaksi. Yang mengakibatkan SO4 terlepas dari masing-masing pelat dan kemudian bergabung dengan H2O sehingga menjadi H2 SO4. Dikarenakan pelat kehilangan SO4 maka Oksigen (O) pada H2O akan bergabung pada pelat positif semua ( ion O merupakan ion negatif sehingga akan tertarik ke kutub positif, bukan ke kutub negatig) mengakibatkan pelat positif menjadi PbO2 dan pelat negatif menjadi Pb. Akibatnya berat jenisnya kan naik arena konsentrasi elektrolit bertamabah dan terjadi beda potensial antar kedua pelat yang mengakibatkan listrik dapat mengalir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar